Saturday, May 2, 2015

Orientasi Makna Pendidikan Masa Kini


Dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dengan jelas disebutkan sebuah alasan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia, yaitu "… mencerdaskan kehidupan bangsa…". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerdas itu bermakna sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan lainnya); tajam pikiran. Di sini jelas, ada dua elemen yang disebutkan yaitu akal dan budi. Akal merujuk tentang hal intelektualitas, sedangkan budi merujuk pada perilaku, moral, dan karakter.

Bahkan terkait pendidikan ini, amandemen keempat UUD 1945 lebih spesifik menjelaskan dalam bab 13 pasal 31 ayat 3: "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang".

Sangat jelas cita-cita dan semangat UUD atas pendidikan kita. Yakni bukan sekadar pembentukan intelektualitas semata. Tapi juga budi pekerti luhur - akhlak mulia. Namun dalam taraf pelaksanaannya ada yang salah. Sehingga, pendidikan kita kehilangan orientasi yang seharusnya. Hanya sebatas output hasil semata berupa angka-angka.

Pendidikan semestinya menjadi alat penyadaran rakyat untuk mencapai tujuan nasional, bukan malah menjadi internalisasi budaya pasif dan mengekalkan budaya jongos dengan cara menumpulkan cara berpikir kritis dan mendengungkan cara berpikir pragmatis dan reaksioner.

Pembenahan cara berpikir yang benar dimulai dari pendidikan alternatif yang ada di organisasi-organisasi pengkaderan bukan organisasi massa tanpa ikatan pandangan alam yang sama.

Praktik politik etis Belanda yang menghendaki melimpahnya tenaga kerja murah tak berprinsip dan bukan patriot bangsa masih dikembangkan terus untuk kepentingan kaum kapital, sehingga budaya pasif hingga apatis menjadi pandangan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Budaya akademik adalah langkah awal yang sudah dibuktikan diberbagai peradaban dan kebudayaan serta berbagai revolusi-revolusi yang terjadi. Membacalah, menulislah, berdiskusilah dan aplikasikanlah konsep dan teori yang diyakini ke dalam realitas pribadi,keluarga dan masyarakat.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2015. Ingatlah wahai kaum terpelajar perang peradaban adalah perang Ilmu.

No comments:

Post a Comment