Wednesday, October 5, 2011

The Flash of Genius


Archimedes menemukan hukum gaya berat yang memungkinkan kapal besi dengan berat ribuan ton dapat mengapung dengan sempurna tanpa tenggelam ke dasar laut, ternyata diawali ketika ia mendapatkan masalah, berupa permintaan dari sang raja untuk membuktikan apakah emas lantakan yang diberikannya kepada pembuat mahkota setelah dicairkan dan dibentuk menjadi mahkota tidak dicampur dengan logam lain.

Saat sedang pusing memikirkan persoalan tersebut sambil berendam di kolam air, tiba-tiba ia mendapatkan kilatan (flash) di benaknya bahwa volume air yang berpindah akibat berat sebuah benda, dalam hal ini tubuhnya, adalah setara.

Untuk itu tentunya volume air yang berpindah akibat emas lantakan tentunya harus sama persis dengan mahkota yang sudah jadi. Ternyata hasil percobaan tidaklah demikian, alias si pembuat mahkota terbukti melakukan korupsi, yaitu mencampur emas dengan logam lain, sehingga akhirnya ia dihukum pancung oleh sang raja.

Di jaman modern, ternyata peristiwa serupa terjadi pada salah seorang pendiri Google, Larry Page. Menurut penuturannya, saat dirinya sedang pusing memikirkan disertasi doktornya mengenai cara untuk memasukkan seluruh website yang ada di dunia hanya ke dalam satu halaman, ia jatuh tertidur. Mendadak ia terbangun oleh ide ”search engine” yang muncul secara tiba-tiba di dalam kepalanya. Sebuah ide radikal yang nyaris dianggap mustahil oleh ahli-ahli komputer lainnya pada waktu itu, dimana perusahaan raksasa sekelas Yahoo pun sekedar menempatkan link-link di halaman websitenya untuk merujuk kepada website lain.

Apakah kilatan (flash) dan ide jenius berhubungan? Sebenarnya akallah inspirasi jenius. Dan pengantar kesuksesan seseorang adalah kejeniusan masing-masing dalam menemukan penyelesaian dalam masalah hidupnya.

Lalu apakah wiper (pembersih kaca mobil) berhubungan dengan kejeniusan dan kesuksesan? Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa wiper yang terdapat di mobil ternyata memiliki kisah perjuangan yang menarik tentang penciptanya melawan raksasa otomotif dunia. Di film Flash of Genius yang diangkat berdasarkan kisah nyata kehidupan Robert Kearns ini mengisahkan tentang hal itu.

Kisah ini dimulai ketika Kearns mengendarai mobilnya saat hujan bersama dengan istrinya dan anaknya, ketika itu wiper mobil masih harus digerakkan secara manual. Terinspirasi dengan insiden yang dialami sebelumnya ketika tutup botol sampanye membutakan mata sebelah kirinya. Kearns kemudian mencoba menciptakan wiper yang dapat bergerak seperti mata, dimana wiper tersebut dapat berkedip secara otomatis dan tidak perlu digerakkan secara manual. Ide yang sepele tapi jenius bukan?

No comments:

Post a Comment