"It is by suffering that human beings become angels".
(Victor Hugo)
Ada kalanya kamu sedang dirundung hening karena berjuta pikiran yang
berputar di benakmu dan lautan perasaan yang membuncah emosi. Lalu
tiba-tiba seorang teman menyapa, "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Entah
kenapa waduk itu jebol, dan tanpa kamu sadari, segala kepelikan yang
sejak berhari-hari membendung dirimu tercurah seperti banjir bandang
hingga fajar mendatang.
Tapi kadangkala, ada seseorang yang
memilih tidak berkata ketika melihatmu terpaku di kegelapan. Duduk di
samping dengan jarak. Tak mengusik ketika kau mengusap matamu yang
basah. Menjaga keheningan itu tetap tanpa pertanyaan. Bahkan ketika kau
usai dengan sunyimu, ia hanya menatap matamu sekilas, tak berusaha
mencari celah tentang masalahmu, hanya memberi anggukan kecil, lalu
beranjak pergi, yakin kau telah melalui masa kritis dalam diam itu.
Yah, kadangkala, kamu melihat lampu chat seorang sahabat menyala hijau,
ketika kamu menipu dirimu dengan sibuk di mesin pencari tanpa
sebenarnya melakukan apa-apa. Entah apakah dia memang menemanimu atau
tidak. Tapi tiba-tiba kamu merasa kelegaan yang sangat, bahwa ada
seseorang yang menemanimu melewati malam-malam tanpa akhir. Seringkali
itu yang membuatmu tetap hidup, dan tersenyum.
Dan seringkali, kamu tidak pernah menyadari, siapa yang tengah menjadi malaikat bagi kalian. Kamu atau dirinya.
No comments:
Post a Comment