Monday, March 3, 2014

Malaikat Kesunyian

 

"It is by suffering that human beings become angels".
(Victor Hugo)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada kalanya kamu sedang dirundung hening karena berjuta pikiran yang berputar di benakmu dan lautan perasaan yang membuncah emosi. Lalu tiba-tiba seorang teman menyapa, "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Entah kenapa waduk itu jebol, dan tanpa kamu sadari, segala kepelikan yang sejak berhari-hari membendung dirimu tercurah seperti banjir bandang hingga fajar mendatang.

Tapi kadangkala, ada seseorang yang memilih tidak berkata ketika melihatmu terpaku di kegelapan. Duduk di samping dengan jarak. Tak mengusik ketika kau mengusap matamu yang basah. Menjaga keheningan itu tetap tanpa pertanyaan. Bahkan ketika kau usai dengan sunyimu, ia hanya menatap matamu sekilas, tak berusaha mencari celah tentang masalahmu, hanya memberi anggukan kecil, lalu beranjak pergi, yakin kau telah melalui masa kritis dalam diam itu. 

Yah, kadangkala, kamu melihat lampu chat seorang sahabat menyala hijau, ketika kamu menipu dirimu dengan sibuk di mesin pencari tanpa sebenarnya melakukan apa-apa. Entah apakah dia memang menemanimu atau tidak. Tapi tiba-tiba kamu merasa kelegaan yang sangat, bahwa ada seseorang yang menemanimu melewati malam-malam tanpa akhir. Seringkali itu yang membuatmu tetap hidup, dan tersenyum.

Dan seringkali, kamu tidak pernah menyadari, siapa yang tengah menjadi malaikat bagi kalian. Kamu atau dirinya.

No comments:

Post a Comment